keindahan warna cinta
kau yang mengenalkan
keagungan putih cinta
kau yang mengajarkan
tapi kini kau samarkan
cinta jadi kelam
lalu kini kau susutkan
cinta jadi suram ooh sakitnya
kau menyusun janji untuk diingkari
kau mengikat hati untuk disakiti
mengapa kau tega melakukan itu
padaku yang tulus cintai dirimu
atau memang kau datang untuk menanam penderitaan
keindahan warna cinta
kau yang mengenalkan
keagungan putih cinta
kau yang mengajarkan
Seperti menggantang asap dalam genggaman
Mengharap cintaku,
Takmungkin takmungkin takmungkin
Bukankah dahulu kau yang meninggalkanku
Lepas tanpa kata,
Teganya taganya teganya
Angkuhnya dirimu disaat engkau jaya
Gelap hati, buta mata kau buat ku merana
Kesetiaan ku tak Pernah kau hargai
Benar benar Kau terlalu
Cintaku Kau curangi
Pergilah, dan jangan kau dekati diriku
Lelah Aku bercinta~~denganmu
Seperti menggantang asap dalam genggaman
Mengharap cintaku
Takmungkin takmungkin takmungkin
Bukankah dahulu kau yang meninggalkanku
Lepas tanpa kata,
Teganya teganya teganya
Angkuhnya dirimu disaat engkau jaya
Gelap hati buta mata jau buat ku merana
Kestiaanku tak pernah kau hargai
Benar benar kau terlaku
Cintaku kau curangi
Pergilah, dan jangan kau dekati diriku
Lelah aku bercinta~~ denganmu
SePerti menggantang asap dalam genggaman
Mengharap cintaku
Takmungki takmungkin takmungkin
Bukankah dahulu kau yang meninggalkanku
Lepas tanpa kata
Teganya teganya teganya
di sebuah pesta meriah
ulang tahun kawan sekolah
lampu padam dengan tiba-tiba
ramai riuh suasana
karena panik ku hampir jatuh
tersandar disesosok tubuh
dua tangan pegangi lenganku
jadi selamatlah aku
setengah menit kemudian lampu nyala jadi terang
ku dapati dua mataku centi dari wajahmu
dan sesjak dari malam itu kau tak henti ganggu aku
lewat mimpi lewat telepon
anehnya ku senang merespon
karena panik ku hampir jatuh, tersandar disesosok tubuh,
dua tangan pegangi lenganku, jadi selamatlah aku
setengah menit kemudian lampu nyala jadi terang
ku dapati dua mataku centi dari wajahmu
dan sejak dri malam itu kau tak henti ganggu aku
lewat mimpi lewat telepon, anehnya ku senang merespon
lalu kita pun jadian
habis gelap terbitlah terang
Lirik Lagu 5 Centi - Via Vallen
secawan madu yang kau berikan
tapi mengapa kau tumpahkan
kau bangun cinta yang menjanjikan
dirimu pula yang menghancurkan
tega-teganya ketulusanku
kau balas dengan kecuranganmu
pandainya engkau bersilat lidah
cinta bagimu hanyalah senjata
semula ku mengagumi sikap dan ketulusanmu
hingga diriku jatuh terbuai dalam bujuk dan rayumu
setelah pintu hatiku telah terbuka untukmu
ternyata aku engkau jadikan hanya koleksi cintamu
perih sungguh perih
bak tertusuk seribu duri
pandainya engkau bersilat lidah
cinta bagimu hanyalah senjata
semula ku mengagumi sikap dan ketulusanmu
hingga diriku jatuh terbuai dalam bujuk dan rayumu
setelah pintu hatiku telah terbuka untukmu
ternyata aku engkau jadikan hanya koleksi cintamu